Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peran MVP untuk Startup, Dapat Untung dengan Resiko Kecil

MVP atau Minimum viable product merupakan sebuah strategi yang dilakukan sebuah startup untuk mengambangkan produk. Peran mvp startup juga dapat meminimalisir pembekakan biaya.

Biasanya sebuah startup meluncurkan sebuah produk baru yang belum ada di pasar atau membuat inovasi baru dari sebuah produk lama. Dan yang jadi masalah apakah produk seperti itu bisa diterima oleh pasar hingga terjual habis atau malah tidak laku. 

Masih belum faham tentang MVP? Yuk kupas lebih dalam lagi.

Peran mvp startup
Peran MVP Startup


Apa sih itu MVP Startup?

Membuat dan meluncurkan sebuah produk baru di pasar, pasti akan menemukan kendala. Apakah produk tersebut sudah sesuai tujuan? Bagaimana pendapat user? dan pertanyaan lainya.

Biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk baru juga tidak sedikit, untuk mengurangi pembekakan dalam biaya dan kerugian seterusnya maka startup menerapkan minimum viable product (MVP).

Lebih simpelnya, produk yang dikeluarkan di tujukan untuk lebih kecil pasar atau fungsi yang lebih kecil. Jika bagus bisa di kembangkan lagi kedepanya. 

Contoh penerapan MVP pada Snapchat. Pada awal peluncuran, Snapchat hanya memiliki satu fungsi, user hanya bisa melihat dan mengirim gambar keuser lainya serta gambar tersebut bisa dilihat sebentar. Dapat dilihat bahwa Snaptchat hanya meluncurkan sebuah produk atau layanan yang sangat fokus dan sederhana. Mereka melakukan uji coba layanan tersebut layak atau diminati oleh user dan berhasil. Setelah itu mereka melakukan pengembangan fitur-fitur lainya secara berkala.

Dengan meluncurkan fitur atau layanan utama tersebut ke pasar, sehingga untuk menganalisa apakah layanan tersebut cocok untuk pasar atau tidak.

Perusahaan besar Snapchat juga melakukan tehnik ini? masak kamu enggak?

Keuntungan MVP (Minimum viable product)

Selain yang disebutkan diatas, MVP bagi startup sangat banyak, seperti berikut:

1# Meminimalisir Waktu dan Dana

Kesulitan dalam membuat produk baru dan menjualnya di pasar perlu diperhatikan. Sehingga ketika menjual produk/layanan baru harus membutuhkan waktu dan biaya yang banyak. Namun ketika ketidak cocokan barang terhadap produk baru, bisa membuat kerugian yang cukup besar.

Menyiasati itu semua, pelaku harus mencoba strategi MVP pada produk barunya. Menerapkan MVP meminimalisir biaya dan waktu, karna produk/layanan yang dijual lebih fokus.

Peran mvp startup
Dapat Untung dengan Resiko Kecil


2# Dapat Untung dengan Resiko Kecil

Menerapkan MVP pada produk/layanan baru lebih mempersingkat waktu penyiapan barang. Biaya yang di keluarkan juga sangat kecil. Mesipun lebih singkat dan lebih irit, produk/layanan baru tersebut memiliki potensi cerah, keuntungan ada di depan  mata.

Dengan MVP, para pelaku startup bisa mendapatkan feedback dari user langsung untuk kelanjutan dari produk/layanan tersebut. Sehingga pengembagnan selanjutkan akan lebih cerah lagi.

3# Mendapatkan persetujuan dari user

Sebelum membuat sebuah produk baru pasti melakukan riset. Riset sudah ada dan di analisa, lalu muncul lah sebuah asumsi dan hipotesis (ya bisa bagus bisa enggak). Untung jika di terima kalau tidak? ya rugi?.

Untuk itu menggunakan MVP agar pihak stratup tahu langsung dari user. Apa yang mereka suka, dan apa yang mereka tidak suka. Sehingga produk/layanan yang diluncurkan akan sesuai.

4# Nilai plus untuk mencari pendanaan

Salah satu sumber dana dari startup adalah investor, namun para investor tidak main main untuk memberikan uang mereka. Mereka harus percaya bahwa produk/layanan stratup tersebut memang mendatangkan untung bagi mereka.

Namun ketika stratup telah menerapkan MVP, stratup sudah memiliki user target dan strategi kedepanya. Dengan memberikan data tersebut para investor akan lebih percaya dan mengorbankan uang mereka untuk stratup tersebut.

Membuat sebuah MVP startup harus difikirkan secara matang, agar tujuan bisa di capai dengan mudah dan cepan.

Advertisements