Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perbedaan Narasi dan Naratif dan Cara Membuat

Paragraf berdasarkan gaya pengungkapannya terbagi menjadi 5 jenis diantaranya paragraf narasi, paragraf argumentasi, paragraf persuasi, paragraf eksposisi dan paragraf deskripsi. Dari ke lima macam paragraf kita sisihkan empat macam, mari kita bahas tentang narasi.

Arti Paragraf Narasi

Paragraf naratif adalah uraian yang mengisahkan sesuatu atau serangkaian kejadian, tindakan keadaan secara berurutan dari permulaan sampai akhir hingga terlihat sebuah hubungan satu sama lain. Bahasa dari paragraf ini berupa paparan yang memiliki gaya naratif.

Melihat dari pengertian paragraf naratif, menggunakan paragraf ini pada poratal berita sangatlah cocok. Koran dan situs media nasional menyajikan berita terkini dengan menceritakan sebuah kejadian terbaru, yang dialami orang lain. Bukan hanya itu koran saja, novel juga menerapkan jenis paragraf ini pada tulisanya.

Penulis telah menjelaskan panjang lebar tentang paragraf narasi atau naratif di artikel Pengertian paragraf naratif.

Perbedaan Narasi dan Naratif
Perbedaan Narasi dan Naratif


Perbedaan Narasi dan Naratif.

Perbedaan Narasi dan Naratif? Sebelum mengetahui perbedaann dari keduanya, mari cari tahu terlebih dahulu arti dari kedua kata ini:

na.ra.si

  1. n pengisahan suatu cerita atau kejadian
  2. n Sas cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa; kisahan
  3. n Sas tema suatu karya seni: -- menyajikan sebuah kejadian yang disusun berdasarkan urutan waktu

na.ra.tif

  1. a bersifat narasi; bersifat menguraikan (menjelaskan dan sebagainya): karangan yang --; bahasa mereka ini bersifat --
  2. n prosa yang subjeknya merupakan suatu rangkaian kejadian

Kedua definisi di atas sudah menjelaskan perbedaan dari keduanya. Menurut KBBI (kamus besar bahasa Indonesia), narasi merupakan pengisahan suatu/sebuah cerita atau kejadian. Sedangkan naratif berarti bersifat narasi, bersifat menjelaskan, menguraikan dan sebagainya atau prosa yang subjeknya merupakan suatu rangkaian kejadian.

Imbuan diakhir kata disebut juga Sufiks –if yang mempunyai makna sifat, contohnya sportif, objektif, subjektif.

Jenis Paragraf Naratif.

Berdasarkan jenis tujuan penyampanya, paragraf naratif dibagi menjadi 3, diantaranya:

  1. Narasi Ekspositoris (faktual/non fiksi) adalah sebuah paragraf yang menyampai informasi yang akurat dan sesuai fakta di lapangan, yang bertujuan untuk menambah wawasan pada pembaca. Contoh penggunaan dari paragraf naratif yang Ekspositoris seperti Sejarah, autobiografi, Buku Biografi dan lainya.
  2. Narasi Artistik adalah sebuah paragraf yang memiliki maksud tertentu dalam tulisannya, entah tersirat maupun bersifat imajinatif. Tujuan dari itu semua memberikan sebuah pengalaman kepada pembaca. Paragraf naratif artistik ini biasanya di guanakn pada bacaan seperti cerpen, novel dan lainya.
  3. Narasi Sugestif (imajinatif/fiksi) adalah paragraf yang berisi pesan-pesan dan memberikan sugesti kepada pembaca agar mereka percaya dan seakan-akan mengetahui maksut dari pesan-pesan tersebut. Tidak jauh beda dengan Narasi Aristik yang memiliki maksud tertentu, namun untuk narasi sugestif nilai amant dan pesan-pesan didalamnya lebih kental.

Cara Membuat Paragraf Naratif

Untuk menulis paragraf naratif, ada beberapa langkah yang harus kalian lakukan. Berikut adalah langkah-langkah menulis paragraf narasi beserta contohnya.

1# Buat topik-topik nantinya dikembangkan menjadi paragraf naratif

Buatlah topik yang akan di kembangkan menjadi paragraf naratif contohnya sebagai berikut:

  • Satu hari di kota Bandung.
  • Kedinginan di Kutub Utara.
  • Si anak untung lulus ujian CPNS.
  • Nabi Sulaiman menemukan kubah ajaib.

2# Merangkai kerangka paragraf berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa

Contoh merangkai kerangka paragraf naratif

Topik: Nabi Sulaiman menemukan kubah

  • Dengan ilmunya, Nabi Sulaiman melihat benda di dasar laut.
  • Nabi Sulaiman memerintahkan Jin Ifrit.
  • Jin Ifrit dan jin lainnya gagal.
  • Ashif bin Barkhiya disuruh Nabi Sulaiman ke dasar laut.
  • Kubah ditemukan.
  • Kubah diangkat ke permukaan laut

3# Mengembangkan kerangka menjadi sebuah paragraf.

Kerangka yang telah disusun dengan topik ”Nabi Sulaiman menemukan kubah” dikembangkan menjadi sebuah paragraf naratif seperti berikut:

Suatu hari ketika Nabi Sulaiman berjalan-jalan di pinggir pantai untuk melihat keagungan Allah SWT. Dengan mukjizat Nabi Sulaiman berupa ilmu yang lebih dari semua mahkluk kala itu, tiba-tiba Nabi Sulaiman melihat suatu benda di dasar laut. ”Benda itu sangat menakjubkan,” dalam pikirnya. Seketika itu Nabi Sulaiman memerintahkan Jin Ifrit untuk mengambil sebuah benda ajaib tersebut. Sayangnya, Jin Ifrit tidak bisa menemukan benda ajaib tersebut di dasar, padahal Jin Ifrit berulang-ulang kali turun ke dasar laut untuk mencarinya. Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan kepada jin lainnya untuk mencarinya. Namun, haslinya sama jin-jin lainnya tidak menemukan apa-apa di dasar laut. Akhirnya, Nabi Sulaiman menyuruh Ashif bin Barkhiya. Ia merupakan seorang yang mempunyai kelebihan berupa ilmu langsung dari Allah. Ia memiliki kekuatan tinggi. Ashif bin Barkhiya pun menyelam ke dasar laut. Ternyata, Ashif bin Barkhiya menemukan sebuah kubah yang terbuat dari mutiara. Kubah itu sungguh elok dan memesona. Kubah itu diangkatnya ke permukaan laut dan dibawa ke hadapan Nabi Sulaiman.

Badiatur Roqibus Syafaah
Badiatur Roqibus Syafaah Perkenalkan nama saya Badiatur Roqibus Syafaah. Bisa dipanggil oqib atau roqib. Dan saya laki laki.

Posting Komentar untuk "Perbedaan Narasi dan Naratif dan Cara Membuat"

Advertisements

Berlangganan via Email